Pages

Kamis, 05 September 2013

Report Visit RPH PT. Elders Indonesia

Laporan Kunjungan Ke  RPH PT. Elders Indonesia
Jl. Agatis Lingkar kampus IPB RPH Dermaga-Bogor (0251) 862591
Hari rabu, 28 Agustus 2013 17:00-23:30
Hari Rabu di isi dengan perkenalan dan pengarahan dari Pak Zaenal Arifin selaku Supervisor produksi, berkeliling sekitar RPH.
RPH PT. Elders Indonesia mengelola dua jenis produksi , pertama jenis produksi siang dengan nama produk sterling beef yang memotong sapi yang di jual dalam bentuk kemasan dan sudah di pisah-pisahkan sekitar 19 item yang ditentukan yang dipasarkan ke hotel-hotel dan restaurant melalui distributor PT. Sukanda. Kedua, Menjual jasa potong saja yang dilakukan di malam hari, jasa potong ini sudah memilki dua broker yaitu Pak Yansen dan Pak Yaser, jadi untuk bisa memotong di RPH Elders ini harus melalui broker yang sudah ditentukan. Harga jasa potong di Elders ini Rp. 170.000/ potong jika jumlah motongnya lebih dari 5 ekor dan Rp. 150.000/potong jika memotong sapi lebih dari 8 ekor.

RPH Elders untuk produksi siang sama seperti PT. Santori, PT. Mentari Tunggal, Sinar Daging Perdana Jonggol, dan Hasindo yang biasa memotong daging lalu dimasukkan ke ruang pelayuan dan di pecah-pecah dan di packing sendiri. Sapi yang di potong ada yang di import dari Australia sudah di audit terlebih dahulu untuk memastikan animal welfarenya. Animal welfare itu menyangkut bagaimana penurunan sapinya, kandangnya memenuhi standar, dan pakannya juga terjamin, bebas dari rasa sakit, rasa lapar dan rasa takut. Salah satu tim  audit di Indonesia adalah PT. Sucofindo dan PT. Sucofindo punya cheklis tersendiri. Diantaranya terkait stanning (pemingsanan), cara penurunan sapi dari kendaraan, perlakuan terhadap sapi sebelum potong, meng-handling, dll.
Proses produksi PT. Elders untuk produksi sterling beef
Sembelih –> krakasnya masuk ke ruang pelayuan dengan suhu 00 dalam jangka waktu 20-24 jam –> peregangan otot  maksimum 12 jam –> esoknya di pisah-pisah sesuai dengan item dan di packing.

PT. Elders masuk ke Indonesia sekitar tahun 1990, sementara pusatnya ada di Australia. Di Indonesia sendiri, PT. Elders tidak hanya memiliki RPH di Bogor saja, tapi punya penggemukan di Lampung dan menjual obat-obatan juga.  Sementara jika di Australia sendiri PT. Elders itu lebih terkenal dengan bisnis property, penggemukan sapi, peralatan sapi, eksport-import alat pertanian, dan sudah memiliki bank sendiri.  
Manajer operasional RPH Elders adalah Mr. Jansen yang membawahi 5 departement, yaitu bagian produksi dan sanitasi, maintenance, QC, purchase, dan HR. SDM disini untuk bagian produksi tidak harus sarjana karena mereka akan di latih terlebih dahulu, sementara kalau untuk bagian seperti dokter hewan pasti di ambil dari univertsitas, Karyawan disini rata-rata laki-laki hanya ada dua perempuan yaitu yang di bagian maintenance dan dokter hewan.
Bpk. Zaenal Arif atau yang kita sapa sebagai mas Arif sudah bekerja di RPH Elders sejak 2007, beliau punya satu istri dan satu anak yang tinggal Klaten, mas Arif biasa pulang ke Jawa seminggu sekali dengan menggunakan kereta. Mas Arif bercerita mengenai bagaimana menentukan kualitas daging yang baik, diantaranya:
1.      Jenis kelamin. Sapi itu ada yang jantan dan betina, yang jantan itu ada yang masih produktif dan ada yang sudah di kebiri, sementara yang betina ada yang masih dara dan ada yang sudah beranak atau yang di sebut cow. yang paling empuk dan bagus itu adalah sapi jantan yang di kebiri dan betina yang dara.
2.      Umur, yang paling bagus itu yang gigi satu, gigi dua, dan gigi enam. Sementara untuk yang gigi delapan biasanya suka alot.
3.      Feeding, pakan itu sangat menentukan kualitas daging yang akan di konsumsi.
4.      Handling, proses penanganan sapi juga menentukan, karena daging yang stress menyebabkan asam laktat berkurang dan akan membuat daging yang hitam dan alot.
5.      Proses Pemotongan, proses pemotongan harus sangat diperhatikan mulai dari kebersihan, pekerja, infrastruktur, cara pengerjaan, dan pelayuan.
Dalam sesi berkeliling, kami diperkenalkan pada setiap ruangan yang tersedia. Diantaranya : ruang penampungan sapi yang digunakan oleh broker untuk menyimpan sapi yang akan di potong, broker bebas menggunakannya tanpa dikenakan uang sewa, cukup menyediakan pakannya aja. Ruang penampungan ini juga digunakan oleh RPH Elders untuk menampung sapi yang akan di potong untuk kebutuhan produksi siang, sapi itu biasa di beri konsentrat sebanyak 15 Kg/ hari dengan harga konsentratnya 2.500/kg dengan target penambahan berat 1,5 Kg/ hari. Disana juga memiliki ruang pemotongan dan pemisahan daging yang sudah rapi, bersih dan terkoordinir, terdapat ruang pelayuan, gudang penyimpanan daging dengan suhu 00 yang membuat kita kedinginan ketika memasukinya. Disana juga sudah mampu mengelola limbah cukup baik, sehingga tempatnya tidak terlalu bau. Akan tetapi, untuk  saat ini mereka kesulitan mencari orang yang mau mengambil limbah darah, karena darah yang dihasilkan setiap harinya selalu banyak dan orang yang biasa memngambilnya untuk di olah menjadi pakan ikan sudah tidak beroperasi lagi selama 6 bulan terakhir. Untuk mengambil darah disana cukup menyediakan gentong aja, dan silahkan ambil sendiri.
Dalam proses staning atau pemingsanan, RPH Elders menggunakan dua metode. Pertama dengan metode tenaga angin, kedua dengan peluru. Mengerikan dan tidak tega melihat sapi di tembak padahal peluru itu tidak langsung menembus bagian kepalanya, peluru itu hanya ditembakkan dan isi peluru itu yang keluar dan membuat sapi pingsan atau lemas. Peluru yang digunakan harus sesuai dengan berat badannya. Berikut klasifikasinya :
·         Peluru kuning untuk sapi yang kecil, sekitar 350 Kg
·         Peluru hitam untuk sapi 350-450 Kg
·         Peluru merah untuk sapi besar, sekitar > 500 kg.
Jika Peluru merah diguanakan untuk sapi yang beratnya 350 Kg maka peluru itu akan membuat kepala apid an retak, bahkan mungkin bocor. Jadi bagian stanning ini harus benar-benar orang yang ahli.
Mas Arif juga sempat memberikan pengarahan dan saran mengenai bisnis penggemukan dan kondisi sapi di Indonesia saat ini. Beliau juga memberikan sedikit gambaran mengenai keuntungan yang didapatkan broker dan bagaimana pasar yang biasanya selalu mendapatkan dan mencari keuntungan lebih untuk proses penjualan daging sapi. Beliau juga meenjelaskan sedikit mengenai per’sapi’an di Indonesia dan sedikitnya sudah saya rangkum di http://dzinaction.blogspot.com/2013/08/coretan-tentang-persapian-di-indonesia_28.html.
Hari Kamis, 29 Agustus 2013, 18:30- 23:30
Hari ini murni diisi dengan membantu karyawan melakukan proses pemotongan
Pada hari ini, kita langsung diterjunkan untuk melihat dan membantu karyawan RPH Elders dalam proses pemotongan.  Dan saya mendapatkan di bagian penimbangan dan pencatatan kulit, ekor, kepala, dan kaki sapi. Bagian ini di pegang oleh seorang yang luar biasa rajin, tak pernah letih bekerja dan sudah ada di level 3 untuk produksi siang, sudah memilki istri tapi sampai sekarang belum dikaruniai anak, beliau adalah Bpk. Dimas Chandra. Di bagian ini saya diajarkan bagaimana menimbang apid an membantu beliau dalam pencatatan, disini saya bersama Dhomi dan Faris.
Saya sempat mendapat wejangan juga dari salah seorang karyawan yang sudha level 1 dan biasa menangani penyembelihan. Proses penyembelihan dilakukan dengan menghadap kiblat, tidak diwajibkan akan tetapi disarankan, beliau sudah mendapat sertifikat dari MUI dan dari Kemenag. Untuk proses penyembelihan dilakuakan setelah sapi di pingsankan dan tidak boleh lebih dari 20 detik. Selanjutnya sapi di sembelih dan dibiarkan samapi sekitar 2 menit atau di cek denan melihat kornea mata, perut, atau lairan darahnya. setelah itu sapi bisa di angkat dan dilanjutkan dengan pemotongan sapid an kulit.
Berikut proses pemotongan sapi yang bisa saya rangkum:
Sapi datang à Masuk kandang penampungan à Masuk ruang penyembelihan à Di stanning (pemingsanan) à Disembelih à diangkat dan di ambil kaki dan kepala à selanjutnya di ambil kepala à ekor di ambil à jeroan à paruàdan sapi  dalam bentuk krakas di bagi menjadi dua bagaian à di buang lemak tertentu à dibagi menjadi 4 bagian à dan lemak benar-benar dibersihkan à dilakukan penimbangan setiap potongan sapi à lalu sai langsung masuk ke mobil yang akan mengangkutnya.
Ternyata yang bukan bagian dari krakas (daging-tulang-urat) memberikan keuntungan yang besar. Contohnya harga kepala itu biasa di jual 25.000/Kg dan satu sapi itu bisa mencapai 40 Kg. Untuk kulit itu dihargai 20.000/ Kg dan pada saat saya membantu itu, tercatat berat kulit dari 18-48 Kg/ ekor sapi. Untuk kaki biasa dihargai 200.000/pasang dan buntut itu 80.000/kg yang beratnya bisa mencapai 8 Kg bila sapinya besar. Bila di kalkulasikan bisa mencapai 2.000.000 untuk penjualan selain krakas belum termasuk jeroannya yang biasanya ini murni menjadi keuntungan pedagang saat membeli sapi ptong di broker RPH Elders.
Hari Jum’at, 30 Agustus 2013. 16:00- 23:00
Hari ini di awali dengan mewawancarai Mas Arif dan sekitar pukul 18:40 kita masuk ke ruangan untuk membantu proses pemotongan*kali ini mencoba di bagian paling akhir yaitu penimbangan dan pencatatn per potong sapi.

RPH. Elders mulai masuk ke Indonesia dan menepati di RPH lingkungan IPB itu sejak tahun 2006. Sebelumnya RPH itu diisi oleh PT. AFI yang kemudian dig anti oleh PT Selmor hingga sejak 2006 sampai saat ini dipegang oleh Elders Indonesia. Bangunan itu murni IPB, Elders hanya membeli fasilitas dan karyawan yang sudah lebih dahulu bekerja pada RPH sebelumnya. Saat ini untuk produksi siang RPH Elders bisa memotong sapi 600-900 ekor/ bulan. RPH Elders hanya mengambil daging dan babat putih jika ada order, sementara untuk kepala, kulit dan bagian lainnya biasanya dijual pada pedagang pasar sesuai dengan tender dan kontrak selama sebulan.  
RPH Elders sudah memiliki ISO 9001 sejak tahun 2008 dan juga ASAP. RPH Elders sudah masuk ke skala A dimana hampir seluruh peralatan disitu di import dari Amerika, Swiss, dan lainnya. Alat-alat itu lumayan mahal, seperti alat stanning itu harganya > 200.000.000, alat penjepit 150.000.000 , sarung tangan yang dibuat dari baja > 2.000.000, dan pisau atau alat lainnya yang hampir semuanya di import dan harga yang lumayan mengorek kocek.
Karyawan RPH Elders terbagi pada beberapa level,
1.      Booner            : memilah dan memilih krakas
2.      Slyer                : membentuk item daging
3.      Transporter      : menimbang kulit, labeling, dll
4.      Cleaning         
kesejahteraan karyawan selalu diperhatikan, bahkan di luar asuransi PT. Elders mengeluarkan 4.000.000/ karyawan yang bisa digunakan kapanpun untuk berobat. Gaji cleaning disana sudah sama dengan UMR Bogor. PT. Elder sendiri jika di Austraalia usianya > 160 tahun.
Itulah yang bisa saya rangkum dan saya jabarkan. Masih banyak sebetulnya yang belum terceritakan…. Alhamdulillah sudah sedikit merasakan feel pada sapi. tapi mungkin kawan-kawan yang lain sudah terlebih dahulu. Awal masuk ke IBD megang kelinci saja takut, tapi setelah ketemu sapi walau belum berani memegang membuat saya bisa menyentuh kelinci… Hihihi…

*Mohon bimbingan selalu dari semua pihak…

1 komentar:

  1. PT. Raka Citra Selaras

    Dear Divisi Import - Export

    Dengan Hormat,

    Kami dari PT.Raka Citra Selaras hadir kehadapan Bapak / Ibu untuk memperkenalkan diri dengan harapan dapat menjalin hubungan kerjasama proses pengiriman dan penerimaan barang secara lokal maupun internasional baik melalui Darat, Laut, maupun Udara. Perusahaan kami bergerak sebagai FREIGHT FORWARDER dengan layanan sebagai berikut:

    • Customs Clearance Import (Resmi)
    • Customs Clearance Import Borongan ( ALL IN )
    • Undername / Consignee Export - Import
    • Door To Door
    • Domestics Transportation

    Berikut kami lampirkan Penawaran Jasa Customs Clearance & Undername Import.
    Demikianlah perkenalan dari kami,atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

    Regards

    Heri.import
    Div. Import

    PT. RAKA CITRA SELARAS
    GRAHA EMRE LT 3 ROOM 303
    Jln. Raya Pondok Gede No 37 Pinang Ranti - Jakarta Timur

    Phone : 021 2280 9445
    Fax : 021 2280 3733
    Whatsap : 0813 6078 3758
    Email : raka.import4@gmail.com

    BalasHapus