Pages

Rabu, 21 Agustus 2013

Hari MERDEKA Semua Orang Ceria



Setiap organisasi dan elemen masyarakat punya cara tersendiri untuk merayakan hari Kemerdekaan Indonesia. Para petani mungkin asyik saja mencangkul di sawah atau sekeedar membersihkan padinya dari hama, para pedagang  akan tetap berjualan, para guru yang biasa ngajar berganti dengan mengikuti upacara pengibaran bendera saja, yang beda adalah saat ini mungkin para siswa-siswi, mahasiswa dan masyarakat modern pasti update setiap kegiatannya melalui jejaring soisal baik facebook, twitter, whatsApp ataupun sejenisnya. Mereka yang melakukan upacara pasti sekaligus melakukan aktivitas lain yaitu memijit tombol handphone untuk mengabari dunia bahwa dia sedang upacara begitupun dengan kalangan lain yang sudah termakan dengan keberadaannya gadget yang semakin membumi ini.

Setelah itu mereka akan mengadakan berbagai lomba, mulai dari lomba makan kerupuk, joged pakai jeruk dan balon,  lomba balap karung, lomba ngambil koin pada buah jeruk bali yang diolesi dengan oli, lomba panjat pinang, lomba masukin paku ke dalam botol, dan banyak lagi. Begitupun dengan masyarakat di sekitar Yayasan Pengembangan Insan Pertanian Indonesia (YAPIPI) pada senin sore 19 Agustus 2013 beramai-ramai menuju lapangan yang ada di samping sekretariat YAPIPI karena mereka akan mengadakan lomba bermain sepak bola, uniknya perlombaan ini hanya dikuti oleh ibu-ibu saja, pada kaum adam dan anak-anak hanya bersorak menjadi penonton saja.
Tetapi pemandangan ini di nilai lain oleh peserta Indonesia Bangun Desa yang masih tinggal di lokasi training centre ini, mereka yang seharusnya sudah diungsikan untuk menempati lokasi dampingan dan pembelajaran baru harus tinggal lebih lama di lokasi ini karena ada masalah birokrasi yang belum terselesaikan. Saat-saat seperti ini  ketika melihat banyak orang berkumpul dan beramai-ramai melihat pertunjukkan sepak bola dari yang muda sampai yang tua mereka melihat sebagai peluang untuk berjualan dan mengahasilkan uang tambahan. Akan tetapi karena informasi yang rada telat sehingga pada hari ini mereka hanya bisa menjual es saja. Sampai pada pertengahan permainan, keluarlah berbagai ide untuk bisa menjual apapaun yang bisa di jual, mulai dari singkong goreng sampai pada tempe goreng yang seharusnya jadi teman makan malam kita nanti. Demi bisnis berjalan lancar dan tempe pun di keluarkan. Ketika yang terlihat hanya tepung tapioka pun tidak membuat mereka urung menjual goreng tempe, maklum lokasi YAPIPI ini agak sedikit terpencil sehingga akses ke warung agak sedikit sulit. Tapi justru itu yang membuat kreativitas kami meningkat sampai-sampai menghgasilkan Ciwan (Cireng-bakwan) yang rasanya lumayan.  
Tidak selesai disitu, setelah menghitung-hitung dan menunjukkan bahwa keuntungan mencapai 85%, semangat untuk terus berbisnis semakin menjadi-jadi sehingga di ambil kesepakatan untuk berjualan lagi di pertandingan final esok harinya dengan menu jualan yang insyaallah lebih baik dan terorganisir. Tak hanya itu, ide untuk menjual batik kepada warga masyarakat sekitar atau menjual pupuk organik yang sudah di produksi oleh teman kami yang di Purwakarta pun muncul dan semakin memicu kami untuk belajar memasarkan produk dan menikmati prosesnya. Ditambah lagi dengan ketersediaan lahan membuat semangat untuk menanam sayuran yang mudah untuk di panen dan bisa dipasarkan secara langsung tanpa menunggu lama.
Ternyata dari satu moment saja bisa meunculkan berbagai kreativitas dan peluang yang berbeda-beda, untuk itu selalulah ambil sisi posiif dari setiap peristiwa yang kita lalui, dan khususnya untuk sellau belajar dan berkreativitas… Akhirnya acara pun selesai tepat setengah jam sebelum waktu maghrib tivba..semoga semua bisa selalu ceria dan bahagia dengan cara dan kemampuannya masing-masing..
Merdeka Indonesiaku.. Merdeka putra putri bangsa.. Merdeka Petani.. Merdeka pedagang.. Merdeka pelajar. Merdeka Semuanya.. Ceria di hari Merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar