Pages

Jumat, 31 Agustus 2012

Pemberdayaan masyarakat melalui pertanian


Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pertanian
(Memaksimalkan Hasil Panen Untuk Para Petani Agar Bisa Menghidupi Keluarga)
Pertemuan kali ini di Kelompok Tani “Berkah Jaya” Kampung Cinangka Yang di ketuai oleh H. Abdul Kohar di hadiri oleh petugas pemerintahan  yang di panggil Pak Pri dari Dinas Pertanian. Kita disini hanya sharing sekaligus pembagian bibit untuk para petani. Pertemuan kali ini merupakan lanjutan dari SLPT yang merupakan sekolah untyuk para petani agar hasil panen bisa meningkat.
Pak Pri bercerita seputar pengalaman mengenai keberhasilan petani Cipelang, Cderum. Di daerah Cipelang
tersebut 1 Hektar bisa menghasilkan 13, 69 gabah kering. Hal itu dipicu karena pemnggunaan bibit yang bagus, pemumukan yang sesuai dan pemberantasan hama dengan baik. Hama itu tidak harus selalu di bunuh dengan obat kimia. Akan tetapi keberadaan hewan lain pun bisa menghilangkan hama.  Seperti halnya keberadaan hama ulat bisa dihilangkan dengan keberadaan papatong.
“Sesuatu di lakukan harus mengetahui ilmunya”
Tekhnologi yang canggih tidak selalu berdampak positif, akan tetapi kita harus melakukan sesuatu sesuai dengan pengalaman dan hasil penelitian. Teori petani terdahulu setiap menenam padi yang banyak maka akan mengahsilkan panen yang banyak pula. Padahal kenyataannya dalam satu titik itu cukup menggunakan 1-2- atau 3 benih padi, sementara masyarakat terdahulu bisa mencapai 10 benih dalam satu titik. Ternyata menurut pengalaman dan hasil penelitian, yang 1 benih bisa memiliki cabang yang banyak. Berbeda dengan yang satu titik 10 benih, pertumbuhannya pasti kurang maksimal dan pertumbuhan tiap benih pun kurang efektif, sehingga tidak hanya menghasilkan hasil panen yang minimum akan tetapi pemborosan bibit pula. Begitupun dengan penggunaan puradan, sebaiknya digunakan pada waktu semai’an daripada setelah benih ditanam, karena bisa jadi apabila sudah benih ditanam mengakibatkan makhluk hidup yang membantu pertumbuhan benih musnah seketika.
*ini hanya catatan kecil saja yang bisa saya rangkum, banyak materi yang tidak bisa saya tuturkan karena keterbatasan pemahaman dan pengalaman pula mengenai masalah pertanian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar