Pages

Selasa, 25 November 2014

On Packing to Kawah Ratu

On Packing to Kawah Ratu

Bismillah...

Menemukan sahabat itu tidak harus dengan cara mengarungi kehidupan bersama dalam waktu yang lama, tetapi ketika kita bisa berjalan bersama, satu Visi kita, dan kita bisa sama-sama  menerima. Tak sedikit  “Sahabat” yang seperti itulah yang kan di kenang dalam waktu lama ketika kita sudah tak bersama.

Terkadang kita terlalu sibuk menggunjing untuk sesuatu yang belum kita dapatkan – salary- jodoh- pekerjaan yang lebih baik-keinginan jadi pengusaha yang masih belum bisa action, dan lainnya. Tapi kita sering kali lupa mensyukuri apa yang sedang kita niikmati saat ini. Sangat berharganya nikmat sehat wal-afiat, rizki rekan kerja yang care dan menyenangkan, bisa menikmati alam walau tidak disetiap pekan, berkumpul dengan keluarga walau tak mampu berkontribusi banyak untuk mereka.  Tetapi sesungguhnya itu seharusnya kita sangat syukuri agar bertambahkah nikmat yang akan Allah kasih buat kita.



Alhamdulillah wa Syukru ‘alaa ni’amillah
Pekan ini kembali bisa menikmati keMaha Besaran Allah yang tersimpan dalam gugusan Gunung Salak di Bogor. Kawah ratu menjadi lokasi vacation kita kali ini.
Perjalanan di mulai dari Taman Cimanggu (Baca: Rumah Teh Iyam) Guide sekaligus host kita kali ini. Dua motor dengan 4 personil kita mulai pengembaraan kita kali ini menuju Kawah Ratu nan mempesona di pinggir Kota Bogor.

Pukul 07:00 kita cuss dari Taman Cimanggu dan akhirnya bisa sampai juga di pintu masuk kawah ratu, setelah melewati rangkaian wisata di Gunung Salak Endah itu. Mulai dari curug Cigamea, Curug Sarebu,Curug Lumut, dan Curug Ngumpet. Tepat di samping Curug Ngumpet lah pendakian menuju kawah Ratu di mulai.  Cukup dengan 10.000 untuk retribusi ketika masuk ke kawasan Gunung Salak Endah dan 10.000 untuk simaksi menuju  Kawah Ratu, kita sudah bisa menikmati aliran sungai yang bening, batu-batu yang sedikit curam, dan tentunya udara segar nan menyegarkan.
Curug yang entah apa namanya yang ditemukan di areal Kawah ratu
Bening, Deras, Walau tidak terlalu tinggi

Tidak sedikit track yang wujudnya aliran sungai seperti inni

Mereka cii Nge-track sambil Reunian, lah akku nimbrrung ajje

Nyemil-nyemil di setengah perjalanan -Efek Sarapan gag makan Nasi-
Orang Indonesia ya gituuu, sekalinya gag makan nasi-2 lemper kibas abis

Nyobain Carrier, pemanasan sebelum Mahameru on Des

Cerianya mereka, da akumah apa attu

Kita yang berusaha untuk 'masa depan' lebih baik

Akhirnya sampai dan lunch juga di pinggiran kawah di bawah pohon nan ridang

Subhaanallah, ng-ODOJ tdk boleh terlewatkan walau kita di tengah pendakian

Sampai Juga...

Apa yng terjadi...???Kenapa bisa seperti inni

TIM Komplit


Intinya dari postingan kali ini adalah, mau pamer FOTO dan biar BLOG nya gag Mati suri ditinggal yang empunya mendaki.. HAHAHAH


mAsih penasaran berapa lama mereka bisa sampai di kawah ratu??
berapa budgeting yang mereka habiskan untuk bisa sampai kesana ?
Keseruan apa saja dan ke hororan apa saja yang mereka lewati disana??/
 To be Continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar