Pages

Sabtu, 28 Desember 2013

Let's Trip and Study to Pare

“Kita tak perlu menyalahkan orang lain untuk kehidupan kita saat ini, dan kita pun harus tetap menerima nasib di masa mendatang sesuai dengan apa yang kita usahakan saat ini.”

Sering kali tak pernah bisa memahami akan hidup yang kita terima saat ini, usaha dan do’a terus menemani setiap langkah kaki ini, tapi terkadang diri ini masih merasa terkungkung dalam sebuah realita yang tak bisa dipahami, Untunglah bahwa kita diajarkan untuk terus bersyukur dengan apa yang kita dapatkan sehingga tak pernah diri ini merasa iri hati. Just fokus untuk memperbaiki diri dan mensolehkan hati.

Senin, 09 Desember 2013

My House My Everything


Buatku….
Rumahku segalanya buatku, disana aku bisa melakukan semua hobiku, mulai dari gardening, memancing, cooking, dan membaca buku mengahadap hamparan sawah yang mempesona dan seringkali membuatku merasa ada.
Terlebih disana ada seorang umi yang selalu membuatku merasa berharga karena memilkinya disisiku, umi sudah bagaikan alarm lagi untukku melaksanakan shalat tepat waktu dan mengingatkanku untuk selalu bangun di tengah malam dan dzuha di pagi hari. Tak hanya itu, sosoknya selalu membuatku sangat istimewa, selalu ada do’a dan air mata saat mengantar kepergianku untuk 1 minggu, 1 bulan, ataupun 3 bulan. Selalu ada air mata setelah shalat lima waktu dipanjatkan. Seringkali aku terenyuh ketika menyaksikan sosoknya bersimpuh dan memohonkan ampun untuk seluruh keluarganya, sosoknya selalu mematikan lampu ketika aku sudah tertidur atau hanya menyematkan selimut jika aku lupa mengenakannya. Terlebih saat senin dan kamis tiba, sering kali aku melihat sosoknya sibuk di dapur di pagi hari, siang hari, dan sore hari untuk memastikan bahwa seluruh anggota keluarga makan dengan teratur padahal beliau sendiri sedang berpuasa… Subhanallah

Rabu, 06 November 2013

The First 'Ngaleut' Jakarta

“Aleut” merupakan sebuah kosakata sunda yang berarti beriringan, berbarengan, atau bersama-sama. Biasanya dengan menggunakan istilah ‘ngaleut’. Ditahun ke-3 ketika kuliah di Bandung sekitar tahun 2012 akhir, aku baru mengenal sebuah ‘komunitas Aleut’ yang setiap minggu sering kali ngajak ‘ngalet’ atau jalan-jalan bareung di sekitar Bandung. Karena aku merasa tidak akan lama di Bandung, aku berusaha sekuat tenaga untuk memahami seluk beluk tentang destinasi wisata yang di Bandung, mencoba memahami sebaik mungkin setiap ruas jalan yang ada di Bandung walau hanya mengandalkan angkutan umum atau tebengan temen-temen. Begitupun dengan wisata sejarah, aku selalu menikmati perjalanan di Jl. Braga walau hanya sebatas menghabiskan waktu weekend saja, pernah juga maksa teman-teman untuk menemaniku jalan di Tegal lega padahal belum tahu disana mau ngapain, atau hanya iseng untuk singgah di makam pahlawan saat aku harus ngumpul di Sadang Tengah.

Senin, 30 September 2013

Mpek-Mpek Cek Ollah Gunung Batu


Berangkat dari beja seorang teman kalo mpek-mpek yang di pertigaan Gn. Batu itu enak.. Akhirnya di Jum’at siang 27 september 2013, saya mencoba mencicipinya. Tepat di Pertigaan Gunung Batu tertera Mpek-Mpek Cek Ollah Gunung Batu, jalan yang ramai dilalui angkot 02, 03, 14,  juga angkot  05 yang mau ke Ciomas. Harga yang lumayan mahal untuk sepotong mpek-mpek karena 4 bulan yang lalu saya masih bisa menikmati mpek-mpek 3500/potong di Cibiru Bandung. Walau agak sedikit besar, tapi rasanya jika dihargai 10.000/potong kemahalan… Apa karena segmentasi pasarnya ya yang beda.

Minggu, 22 September 2013

Back to Slow Food



Berdiam diri di dapur ternyata tidak mudah, apalagi jika setiap hari kita harus menguras kreativitas untuk bisa mencipta new menu buat sajian makan pagi, siang, dan sore. Walau tidak bisa dipungkiri saya sendiri bisa enjoy, berkreasi dan merasa bangga jika masakan diterima oleh lidah orang-orang disekitar kita. Awalnya tak pernah terpikir untuk bisa jadi jagoan dapur, tapi setelah menjalaninya, setelah mencoba seharian di dapur, setelah mencoba menghabiskan waktu seharian hanya untuk belanja, searching menu dan bereksperimen, saya memutuskan untuk selalu menjadi yang terbaik sekalipun itu hanya di dapur.

Jumat, 20 September 2013

Menanam... "Hidroponik-Parung Farm"

Menanam bukan hanya membuat kita senang, menanam bisa bikin stress hilang, mood jadi baik, alam jadi bersahabat, kalau yang ditanam adalah sayuran bisa ngirit belanja ibu rumah tangga, dan banyak lagi. Dan bahagia tiada duanya saat tanaman kita berbuah atau kita bisa memanen sayuran secara langsung.

Saat ini, menanam tidak hanya dilakukan di lahan yang luas dan berhektar-hektar, menanam juga bisa dilakukan di halaman rumah dengan berbagai konsep, mulai dari tabulampot, vertikulture, hidroponik dan polybag. Semua itu akan terasa menyenangkan sekaligus mempercantik halaman rumah dan menyejukkan mata yang memandang.

Senin, 16 September 2013

Saatnya Refresh ke Curug Nangka

Curug itu air terjun kan..??? Pertanyaan yang terlontar dari kawan asal Jawa setelah aku mengusulkan untuk refreshing bulan ini ke Curug Nangka.
Minggu, 15 September 2013 menjadi pilihan untuk bisa menikmati jernihnya air curug nangka. Setelah budgeting terhitung dan makanan disiapkan, kami berangkat ke Curug Nangka, schedlu awal kami berangkat jam 08:00, tapi ternyata jam 10:00 kami baru benar-benar bisa berangkat, agak sedikit bad mood pas mau berngkat dan terlebih angkot pun belum di carter, tapi pada akhirnya aku sangat menikmati perjalanan Bojongasari(Ciapus)àCurug Nangka dengan Gunung Salak sebagai view yang menyejukkan mata.